Selasa, 29 Juni 2010

PERANAN KEPALA SEKOLAH


PERANAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR DAN SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU
DI SMP AL HIKMAH SURABAYA


Laporan Penelitian KKL
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Methodologi Penelitian
Dosen Pengampu: Dr. Karwanto






Disusun Oleh :
Dewi Istiana
073311029


FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2010

KATA PENGANTAR


”Alhamdulillahi rabbil ’alamin” kami ucapkan atas hidayah-Nya laporan ini dapat terselesaikan. Laporan ini merupakan salah satu tugas dari Mata Kuliah Methodologi Penelitian.
Dalam laporan ini menguraikan suatu hal yang berhubungan peranan kepala sekolah dan lebih tepatnya adalah Peranan Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor di SMP Al Hikmah Surabaya. Tema ini kami ambil karena Kepala Sekolah adalah komponen terpenting dalam rumpun pendidikan, sebagai penentu behasil tidaknya suatu lembaga tersebut.
Tegur sapa, kritik dan saran sangat kami harapkan dalam rangka memperbaiki dan memperkaya kajian keilmuan di bidang manajemen keuangan. Tak ketinggalan apresiasi dan ungkapan jazakumullah khairal jaza’bi ahsan al jaza’ kami sampaikan kepada seluruh pembaca dan pihak-pihak yang telah mendukung selesainya penulisan laporan ini.



Semarang, 20 Juni 2010
Tim Penyusun,










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dengan ditetapkannya otonomi daerah melalui ketetapan MPR No. XV/MPR/1998, diiringi dengan lahirnya UU Nomor 25 tahun 2000 tentang pembagian kewenangan antara pusat dan daerah banyak membawa kemajuan inovatif di bidang pengelolaan pendidikan. Konsep dan prinsip otonomi pendidikan adalah memberikan ruang kreatifitas dan inovasi yang proporsional sebagai upaya memberdayakan pendidikan. Sedangkan pemerintah bertindak sebagai pelayan kebutuhan sekolah, bukan sebagai pihak yang mengintimidasi sekolah. Kemudian lembaga sekolah sebagai pelayan belajar dan pelaksana pembelajaran. Otonomi pendidikan juga mengatur standar kualitas oleh pemerintah yang dipersyaratkan dan melakukan akreditasi untuk mengukur kualitas semua jenis dan jenjang pendidikan. Jika bangsa Indonesia ingin berkiprah dalam percaturan global, menurut Mulyana (2003: 4) langkah pertama yang dilakukan adalah menata SDM (Sumber Daya Manusia), dari segi aspek intelektualitas, emosional, spiritual, kreativitas, moral, maupun pertanggung jawabannya. Dalam tata dunia yang telah disebutkan di atas, maka peran dunia pendidikan dianggap terpenting sebab dengan pendidikanlah keberadaan ilmu pengetahuan itu bisa dikuasai.
Namun dalam perkembangannya di lapangan fakta menunjukkan adanya perubahan dalam perkembangan di bidang pendidikan terbukti dengan bermunculnya model-model sekolah khususnya sekolah dasar seperti sekolah dasar unggulan, sekolah dasar plus, sekolah dasar terpadu, sekolah dasar integral, sekolah internasional dan sebagainya.
Realisasi otonomi dalam bidang pendidikan diberikan pada tingkat sekolah, dengan anggapan bahwa sekolah sebagai lembaga tempat penyelenggaraan pendidikan yang merupakan sebuah sistem dengan memiliki berbagai perangkat dan unsur yang saling berkaitan satu sama lain. Secara internal sekolah memiliki perangkat guru, murid, kurikulum, sarana dan prasarana. Sementara secara eksternal sekolah memiliki dan behubungan dengan instansi lain baik secara vertikal maupun horisontal yang sama-sama ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian sekolah merupakan organisasi penyelenggara pendidikan yang langsung berhubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) sehingga sekolah lebih mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang maupun ancaman yang dihadapinya. Oleh karena itu perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan harus melibatkan sekolah sebagai penyelenggara terdepan dalam proses pendidikan guna mencapai tujuan.
Otonomi pengelola sekolah mengandung arti bahwa sekolah diberi keleluasaan dalam mengelola sumber dayanya sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah, dengan mengikutsertakan peran masyarakat untuk membantu dan mengontrol penyelenggaraan pendidikan dalam kerangka kebijakan nasional. Sehingga otonomi sekolah merupakan suatu upaya menampilkan kemandirian sekolah melalui pemberdayaan semua potensi yang tersedia ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Peningkatan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia akan terwujud dengan baik apabila didukung secara optimal peranan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Sebab kepala sekolah adalah pelaku utama dalam memainkan peranan penting di sekolah. Kepala sekolah merupakan “the key person” dalam mencapai keberhasilan otonomi sekolah yang diberi tanggung jawab dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) dan sumber dana untuk kepentingan keberhasilan pencapaian visi, misi dan tujuan sekolah. Adapun dalam hal administrator kepala sekolah sangat menentukan baik dalam hal perencanaan dan pengesahan segala macam bentuk administrasi sekolah. sedang dalam hal supervisor kepala sekolah sangat menentukan segala arah kebijakan yang berkaitan dengan supervisi di sekolah.
Kepala sekolah sebagai motor penggerak peningkatan kinerja guru dituntut memiliki visi, misi dan wawasan yang luas serta kemampuan profesional yang memadai dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan penyelenggaraan pendidikan. Selain itu kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan dalam membangun kerjasama yang harmonis dengan berbagai pihak yang terkait dengan program pendidikan di sekolah. Kemampuan kepala sekolah tentunya akan turut mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan tugas. Salah satu indikator kinerja kepala sekolah adalah dinilai berdasarkan atas pelaksanaan tugas dan perannya. Dan salah satu diantara perannya kepala sekolah adalah sebagai administrator dan supervisor.
Dalam upaya meningkatkan kinerja guru, peran kepala sekolah sangat penting. Kepala sekolah mempunyai peran sebagai administrator dan supervisor pada dasarnya memberikan layanan profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kinerja guru.
Kondisi pelaksanaan pembinaan oleh kepala sekolah yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi pelaksanaan administrasi sekolah, tugas rutin guru-guru, ketertiban, disiplin dan keberhasilan sekolah. Kegiatan pembinaan kepala sekolah seperti di atas tentunya akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja guru. Keberhasilan sekolah tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab serta peranan kepala sekolah.
Dalam meningkatkan kinerja guru, peranan kepala sekolah sangat besar, bukti bahwa peran tersebut sangat besar adalah dimana ketidakhadiran kepala sekolah menjadikan kegiatan belajar mengajar kurang terarah dan terkontrol. Jika berjalanpun maka kegiatan belajar mengajar asal berjalan saja, mengingat setiap guru yang akan menyampaikan materi pelajaran terlebih dahulu membuat program pengajaran harian untuk diteliti dan disahkan oleh kepala sekolah.
Peran kepala sekolah sebagai administrator, memiliki dua tugas utama. Pertama, sebagai pengendali struktur organisasi, yaitu mengendalikan bagaimana cara pelaporan, dengan siapa tugas tersebut harus dikerjakan dan dengan siapa beriteraksi dalam megerjakan tugas tersebut. Kedua, melaksanakan administrasi substansi yang mencakup administrasi kurikulum, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana hubungan dengan masyarakat, dan administrasi umum.
Peran kepala sekolah sebagai supervisor, berkewajiban untuk memberikan pembinaan atau bimbingan kepada para guru dan tenaga kependidikan serta administratsi lainnya. Namun, sebelum memberikan pembinaan dan bimbingan kepada orang lain maka kepala sekolah harus membina dirinya sendiri, sebagai supervisor ia harus meneliti, mencari dan menentukan syarat-syarat mana saja yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya.
Lebih-lebih dengan adanya persepsi sebagian besar guru-guru di lingkungan sekolah dasar bahwa tugas administrasi merupakan tugas yang memberatkan dan membosankan, sehingga mereka lebih memilih konsentrasi pada keberhasilan belajar mengajar termasuk juga masalah supervisi, sebagian guru masih merasa kawatir, takut jika dilakukan kegiatan supervisi, bayangan mereka adalah bahwa supervisor akan mencari-cari kelemahan dan kesalahan dalam bekerja, sehingga hubungan antara supervisor dan guru kurang harmonios. Dari kenyataan inilah peneliti berusaha untuk mengetahui akan peranan kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor dalam meningkatkan kinerja guru khusunya di SMP Al Hikmah Surabaya. Adapun alasan mengapa SMP Al Hikmah Surabaya dijadikan objek dalam penelitian ini adalah lengkapnya fasilitas sarana administrasi dan supervisi serta tingginya jam mengajar bagi guru dengan diberlakukannya sistem full day school bagi semua siswa.
Atas dasar uraian di atas fokus penelitian ini adalah berkenaan dengan bagaimana peranan kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor untuk meningkatkan kinerja guru khususnya di lingkungan di SMP Al Hikmah Surabaya.


B. Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang tersebut di atas di samping itu juga agar masalah penelitian ini lebih terfokus, maka dapat dirumuskan dalam rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana peranan kepala sekolah sebagai administrator dalam meningkatkan kinerja guru ?
2. Bagaimana peranan kepala sekolah sebagai supervisor dalam meningkatkan kinerja guru ?
C. Tujuan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peranan kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Al Hikmah Surabaya Jakarta.
Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui sejauh mana peranan kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Al Hikmah Surabaya.
D. Manfaat Penelitian
Peranan kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor dan supervisor diharapkan mampu memberikan dorongan terhadap peningkatan kinerja guru khususnya di SMP Al Hikmah Surabaya, oleh karena itu perlu adanya penelitian terhadap peranan kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor. Adapun manfaat dalam penelitian ini dikategorikan menjadi 2 hal yakni manfaat praktis dan manfaat teoritis: Manfaat Praktis
a. Manfaat bagi Kepala Sekolah
1) Memberikan sumbangan pemikiran dalam melaksanakan tugas dan perannya sebagai kepala sekolah
2) Menjadi bahan tambahan untuk meningkatkan kinerja guru khususnya di SMP Al Hikmah Surabaya
b. Manfaat bagi Guru
1) Menambah wawasan dalam meningkatkan kinerja guru sesuai dengan profesi yang dimiliki
2) Merubah persepsi guru dalam memahami pengertian dan manfaat administrasi dan supervisi
c. Manfaat bagi Yayasan
1) Memberikan masukan positif bagi lembaga pendidikan Al Hikmah Surabaya dalam menentukan kebijakan ke depan
2) Sebagai dokumentasi untuk menambah khasanah pendidikan bagi lembaga pendidikan SMP Al Hikmah Surabaya
Manfaat Teoritis
a. Menambah disiplin keilmuan tentang teori pendidikan yang berkaitan dengan administrasi dan supervisi
b. Sebagai bahan acuan bagi peminat pendidikan dan peneliti pendidikan berikutnya

















BAB II
PEMBAHASAN

A. Kajian Pustaka
1. Peranan Kepala Sekolah
1.1 Pengertian Peranan
Kata dasar teori supervisi tentang peranan supervisor menurut Idochi Anwar dan Yayat Hidayat Amir adalah mengembangkan kinerja personel, dan meningkatkan kompetensi profesional guru. Secara organisasi, prinsip mengembangkan kinerja personel dan kompetensi profesional guru yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Islamiyah Weru sudah berjalan walaupun dengan kemampuan yang terbatas, dalam arti berjalannya kinerja personel dan peningkatan kompetensi itu hanya berawal dari kesadaran guru yang ditimbulkan oleh teguran antar guru itu sendiri, namun pada tataran beban moral kepala sekolah, kinerja profesioinal dan peningkatan kompetensi itu belum berjalan dengan baik, karena kepala sekolah cenderung lebih mengandalkan kekuatan struktural sehingga yang terjadi berjalan apa adanya, lebih parah lagi bila tidak disertai kehadiran kepala sekolah maka kesadaran itu akan menurun tajam. Adapun sisi keberhasilan dalam kinerja personel dan peningkatan kompetensi guru adalah kepala sekolah telah mampu mengkondisikan struktur organisasi, sehingga setiap yang duduk di struktur organisasi bisa berjalan dan saling tegur satu sama lain.
1.2 Pengertian Kepala Sekolah
Kepala sekolah adalah seorang pimpinan yang memilki jabatan dan kedudukan secara formal dan kelembagaan, dimana ia memiliki peran dan tanggungjawab dalam memimpin suatu sekolah. Peran kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Dari hasil supervisi ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. Lebih jauh lagi Ngalim Purwanto (2002: 119) menambahkan, usaha-usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah selaku peran dan fungsinya sebagai supervisor adalah:
a) Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
b) Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media instruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar mengajar.
c) Bersama guru-guru berusaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntuan kurikulum yang sedang berlaku.
d) Membina kerjasama yang baik dan harmonis di antara guru-guru dan pegawai sekolah lainnya.
e) Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah, antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok, menyediakan perpustakaan sekolah, dan atau mengirim mereka mengikuti penataran-penataran, seminar sesuai bidangnya masing-masing.
f) Membina hubungan kerjasama antara sekolah dengan BP3 dan instansi-instansi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa.
1.3 Peran Kepala Sekolah Sebagai Administrator
Secara teoritik pengertian administrasi adalah melayani secara intensif, sedangkan secara etimologis administrasi dalam bahasa Inggris “administer” yaitu kombinasi dari kata latin yang terdiri dari AD dan MINISTRARE yang berarti “to serve” melayani, membantu, dan memenuhi. Lebih jelas lagi, kata AD artinya intensif sedang MINSITRARE berbentuk kata benda yang berarti melayani, membantu, atau mengarahkan. Jadi, secara etimologis administrasi adalah melayani secara intensif. Kata “administratio” dan kata “administrativus” yang kemudian masuk kedalam bahasa Inggris menjadi “administration” dalam bahasa Indonesia menjadi administrasi.
Ada beberapa pendapat tentang pengertian administarsi, antara lain:
a. Ensiklopedia Manajemen Pendidikan (1972: 5) mengemukakan administrasi adalah pekerjaan-pekerjaan dalam rangka kebijaksanaan yang diletakkan oleh manajer-manajer yang lebih tinggi atau ditetapkan oleh orang yang lebih dahulu memegang jabatan. Administrasi meliputi semua fungsi dan kegaiatan yang berhubungan dengan pekerjaan pelaksanaan atau pencapaian tujuan yang sebenarnya. Fungsi administrasi berhubungan dengan masalah-masalah kepemimpinan dalam arti sempit. Kegiatannya meliputi kegiatan untuk melihat ke depan, mengorganisasi, mengeluarkan perintah-perintah, mengkoordinasi, dan melaksanakan pengawas.
b. Sondang P. Siagian (1985:3) administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Ada beberapa hal yang terkandung dalam definisi ini yakni: (1) administrasi sebagai seni adalah suatu proses yang diketahui hanya permulaannya sedang akhirnya tidak ada, administrasi sebagai seni merupakan social phenomenon; (2) adminstrasi mempunyai unsur-unsur tertentu yaitu adanya dua manusia atau lebih, adanya tugas-tugas yang harus dilaksanakan, adanya peralatan dan perlengkapan untuk melaksanakan tugas-tugas; dan (3) administrasi sebagai proses kerjasama bukan merupakan hal yang baru, karena ia telah timbul bersama-sama dengan timbulnya peradaban manusia.
c. The Liang Gie(1983:81) menyimpulkan bahwa administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan-pekerjaan induk dan sumber-sumber kegiatan lainnya yang bermaksud mencapai tujuan apapun dalam usaha bersama dari sekelompok orang. Menurut hakekat dan kenyataannya administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan berlangsung dalam usaha bersama dari sekelompok orang yang bermaksud mencapai tujuan. Dari beberapa pendapat di atas dapat kita simpulkan bahwa administrasi adalah rangkaian kegiatan bersama sekelompok manusia secara sistematis untuk menjalankan suatu usaha agar dapat terwujud, tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Sedang administrator adalah orang yang menggerakkan kegiatan administrasi

Kepala sekolah sebagai administratror pendidikan penanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan pengajaran disekolahnya oleh karena itu, untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, kepala sekolah hendaknya memahami, menguasai dan mampu melaksanakan fungsi sebagai administrator pendidikan. Kepala sekolah sebagai administrator hendaknya mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan fungsinya sebagai adnimistrasi pendidikan dengan masyarakat.
Kepala sekolah sebagai administrator yang bertanggung jawab disekolah mempunyai kewajiban menjalankan sekolahnya.Ia selalu berusaha agar segala sesuatu disekolahnya berjalan lancar.
Tugas kepala sekolah dalam bidang administrasi. Tugas ini berhubungan dengan kegiatan-kegiatan menyediakan, mengatur, memelihara dan melengkapi fasilitas material dan tenaga-tenaga personil sekolah. Tugas kepala sekolah dalam bidang administrasi antara lain: pengolahan pengajaran, pengolahan kepegawaian, pengolahan gedung dan halaman, pengolahan keuangan, pengolahan hubungan sekolah dan masyarakat, dan pengolahan kesiswaan.
Selanjutnya untuk memperlancar kerja dan membina tanggung jawab bersama dikalangan staf sekolah, maka tugas-tugas kepala sekolah dalam bidang administrasi sebagaian dipancarkan dan delegasikan penyelenggaraan dan penanggung jawab peraturannya kepada guru-guru, staf tata usaha sekolah dan petugas-petugas sekolah lainnya, sebagian lagi diselenggarakan dengan mengikutsertakan wakil-wakil murid, wakil-wakil orang tua atau masyarakat dan pejabat setempat dan wakil kepala sekolah sendiri. Jadi partisipasi pengikut sertakan administrasi sekolah dalam arti luas secara keseluruhan.
Dengan singkat dapat dirumuskan kepala sekolah harus berusaha agar semua pontensi yang ada disekolahnya baik potensi yang ada pada unsur manusia maupun yang ada pada alat, perlengkapan keuangan dan sebagainya dapat dimanfatkan sebaik-baiknya, agar tujuan sekolah dapat tercapai dengan sebaik-baiknya.
1.4 Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor
Supervisi di adopsi dari bahasa Inggris “supervision” yang berarti pengawasan/kepengawasan. Super berarti atas, lebih dan visi berarti lihat/penglihatan, pandangan. Orang yang mengerjakan supervisi disebut supervisor (Ary H. Gunawan (1996: 193). Menurut konsep kuno supervisi dilaksanakan dalam bentuk “inspeksi” atau mencari kesalahan. Sedangkan pandangan modern supervisi adalah usaha untuk memperbaiki situasi belajar mengajar, yaitu sebagai bantuan bagi guru dalam mengajar untuk membantu siswa agar lebih baik dalam belajar.
Menurut Burton (1955: 1) secara umum supervisi berarti upaya bantuan yang diberikan kepada guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya, agar guru mampu membantu para siswanya dalam belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Supervisi merupakan suatu teknis pelayanan profesional dengan tujuan utama mempelajari dan memperbaiki bersama-sama dalam membimbing dan mempengaruhi pertumbuhan anak.
Menurut Kimbal Wiles (1955) menegaskan bahwa supervisi berusaha untuk memperbaiki situasi-situasi belajar mengajar, menumbuhkan kreativitas guru, memberi dukungan dan mengikutsertakan guru dalam kegiatan sekolah, sehingga menumbuhkan rasa memiliki bagi guru. Adapun personel yang menjalankan kegiatan supervisi disebut supervisor.
Sifat-sifat kepemimpinan menurut Edwin Ghiselli dalam Handoko (1995:297), diantaranya adalah kemmpuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability).
Sedangkan arti dari supervisi itu sendiri adalah tugas pokok dalam adminnistrasi pendidikan bukan hanya tugas pekerjaan para inspektur maupun pengawas saja melainkan juga pekerjaan Kepala Sekolah terhadap pegawai pegawai sekolah. Supervisi adalah aktivitas menentukan kondisi/ syarat yang essensial yang akan menjamin tercapainya tujuan pendidikan. Tugas Kepala
Sekolah sebagai supervisor berarti bahwa ia harus meneliti, mencari,dan menentukan syarat-syarat mana saja yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya. Kepala sekolahharus dapat ,meneliti syarat-syarat mana saja yang telah ada dantercukupi, dan mana yang kurang maksimal. (Daryanto 2005: 84)
Kepala Sekolah adalah menilai kemampuan setiap personil sekolah dalam melaksanakan tugas-tugasnya, guna membantu yang bersangkutan melakukanperbaikan-perbaikan bilamana diperlukan, dengan menunjukkan kekurangankekuranganatau kelemahan masing-masing dalam bekerja agar diatasi denganusaha sendiri.
Dengan kata lain, tujuan supervisi kepala sekolah adalah menumbuhkan kesadaran guru untuk berusaha dengan kemampuan sendiri memperbaiki kekurangan atu kelemahannya dalam melaksanakan tugas, berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan Kepala Sekolah. (Nawawi, H. Hadari 1995: 198)
Tugas Kepala Sekolah sebagai supervisor, maka ia melakukan pengawasandan pewngendalian terhadap tenaga kependidikan khususnya guru, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan provesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembelajaran yang efektif.
Dalam pelaksanaannya, Kepala sekolah sebagai supervisor harus memperhatikan prinsip-prinsip: (1) Hubungan konsultatif, kolegial, dan bukan hirarkis, (2) Dilaksanakan secara demokratis, (3) Berpusat pada tenaga kependidikan atau Guru, (4) Dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kependidikan atau Guru, (5) Merupakan bantuan profesional. (E. Mulyasa 2004:113)
Kegiatan Suprvisi oleh Kepala sekolah dapat dilaksanakan secara efektifantara lain melalui diskusi kelompok, kunjungan kelas,pembicaraan individual, dan simulasi pembelajaran.
1) Diskusi Kelompok
Merupakan suatu kegiatan yang dilakukan bersama guru-guru dan bisa juga melibatkan tenaga administrasi, untuk memecahkan berbagai masalah di sekolah dlam mencapai suatu keputusan.
2) Kunjungan kelas
Kunjungan kelas merupakan teknik yang sangat bermanfaat untuk mendapatlan informasi secara lugs tentang berbagai hal yang berkaitan dengan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas pokoknya , yaitu mengajar. Berdasarkan hasil kunjungan kelas, kepala sekolah bersama guru bias mendiskusikan berbagai permasalahan yang ditemukan dan menyusun program-program pemecahan untuk masa yang akan datang.
3) Pembicaraan Individual
Merupakan teknik bimbingan dan konseling, dimana kepala sekolah memberikan konseling kepada guru, baik berkaitan 4) Simulasi Pembelajaran Merupakan suatu teknik supervisi berbentuk demonstrasi pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah yang dapat dilakukan secara terprogram. (E.
Mulyasa 2004:113)
Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh: (1) Meningkatnya kesadaran tenaga kependidikan (Guru) untuk meningkatkan kinerjanya, (2)Meningkatnya keterampilan tenaga kependidikan(Guru) dalam melaksanakan tugasnnya. (E. Mulyasa 2004: 115)

2. Kinerja Guru
2.1 Pengertian Kinerja Guru
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1990:503) kinerjaberarti sesuatu yang dicapai, prestasi diperlihatkan atau kemampuan kerja. Dalamsebuah artikel yang diterbitkan oleh lembaga administrasi negara (1992:12) merumuskan kinerja merupakan terjemahan bebas dari istilah Performance yang artinya adalah prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau pencapaian kerja atauhasil kerja.
Menurut Simamora (1997:327) kinerja adalah tingkat pencapaian standarpekerjaan. Sementara Nawawi (1997:235) menegaskan bahwa kinerja yangdiistilahkan sebagai karya adalah hasil pelaksanaan suatu pekerjaan, baik fisik / material maupun non material.
Menurut Anwar (1986:86) memberikan pengertian kinerja sama denganperformance yang esensinya adalah berapa besar dan berapa jauh tugas-tugasyang telah dijabarkan telah dapat diwujudkan atau dilaksanakan yangberhubungan dengan tugas dan tanggung jawab yang menggambarkan polaperilaku sebagai aktualisasi dan kompetensi yang dimiliki. Dalam kajian yangberkenaan dengan profesi guru, Anwar (1986: 22) memberikan pengertian kinerjasebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan oleh seorang guru padawaktu memberikan pelajaran kepada siswanya. Kinerja guru dapat dilihat saat diamelaksanakan interaksi belajar-mengajar dikelas termasuk persiapannya baik dalam benmtuk program semester maupun persiapan mengajar.
Kesimpulan yang dapat diambil dari pendapat dan teori kinerja gurudiatas, bahwa kinerja guru adalah persiapan, pelaksanaan, dan pencapaian gurudalam melaksanakan interaksi belajar mengajar dikelas.
2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja
Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang, baik yang berasaldari dalam diri maupun yang berasal dari luar. Tiffin dan Mccormick (1975: 79)menyatakan ada 2 (dua) macam faktor yang dapat mempengaruhi kinerjaseseorang yaitu:
1) Faktor Individual
Yaitu faktor-faktor yang meliputi sikap, sifat-sifat kepribadian, sifat fisik,keinginan atau motivasinya, umur, jenis kelamin, pendidikan,pengalamankerja, latar belakang budaya dan variabel-variabel personal lainnya.
2) Faktor Situasional
Faktor sosial dan organisasi, meliputi : kebijaksanaan organisasi, jenis latihandan pengawasan, sistem upah dan lingkungan sosial.
3) Faktor fisik dan pekerjaan, meliputi : metode kerja, desain dan kondisi alat-alat kerja, penataan ruang kerja dan lingkungan kerja (seperti penyinaran,kebisingan dan fentilasi).
2.3 Penilaian Kinerja Guru
Tugas manajer (Kepala Sekolah) terhadap guru salah satunya adalah melakukan penilaian atas kinerjanya. Penilaian ini mutlak dilaksanakan untuk mengetahui kinerja yang telah dicapai oleh guru. Apakah kinerja yang dicapaisetiap guru baik, sedang, atau kurang. Penilaian ini penting bagi setiap guru danberguna bagi sekolah dalam menetapkan kegiatannya.Penilaian kinerja menurut Simamora (1997: 415) adalah alat yangberfaedah tidak hanya untuk mengevaluasi kerja dari para karyawan, tetapi jugauntuk mengembangkan dan memotivasi kalangan karyawan. Sejalan dengan pendapat Hasibuan (2000: 87) penilaian prestasi adalah kegiatan manajer untuk mengevaluasi prestasi kerja karyawan serta menetapkan kebijaksanaanselanjutnya.
Sehubungan dengan hal diatas maka penilaian kinerja guru berdasarkanStandar Kompetensi Guru. Dalam bukunya Suparlan yang berjudul Guru sebagaiProfesi, standar kompetensi guru dapat diartikan sebagai ”suatu ukuran yangditetapkan atau dipersyaratkan”. Lebih lanjut dinyatakan bahwa StandarKompetensi Guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalambentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agarberkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas,kualifikasi dan jenjang pendidikan. Berdasarkan pengertian tersebut, standarkompetensi guru dibagi dalam tiga komponen yang saling mengait, yakni: 1.)pengelolaan pembelajaran, 2.) pengembangan profesi, dan 3.) penguasaanakademik.
Berdasarkan pendapat dan teori diatas bahwa supervisi merupakan prosespembinaan kepala sekolah kepada guru dalam meningkatkan kinerja guru dan motivasi kerja guru adalah dorongan untuk merubah kinerja guru kearah yang lebih baik.




















BAB III
HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian atau kunjungan yang kami lakukan di SMP Al Hikmah Surabaya serta penelitian terhadap sekolah-sekolah lainnya, kami menyimpulkan beberapa hal yang berkaitan dengan pengelolaan manajemen keuangan sekolah di tingkat SMP dan sederajat

A. Profil Sekolah
SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) adalah sekolah yang telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada tiap aspeknya serta mampu mengembangkan budaya sekolah yang mendukung ketercapaian Standar Internasional. Dengan kata lain Sekolah Bertaraf Internasional adalah Sekolah Standar Nasional plus ” x”. Yang dimaksud dengan plus x disini adalah standar nasional pendidikan yang dikembangkan melalui adaptasi atau adopsi terhadap standar pendidikan yang reputasi mutunya diakui secara internasional baik dari dalam maupun luar negeri. Dengan demikian diharapkan bahwa siswa lulusan SBI adalah ”siswa yang berkepribadian dan berakar Indonesia serta memiliki wawasan global”.
Selaras dengan tujuan Sekolah Bertaraf Internasional, SMP Al Hikmah memiliki 3 orientasi yang diterapkan dan diintegrasikan dalam seluruh proses pendidikan dan pengajaran yang terdiri dari Orientasi Islami (Moslem Citizen), Orientasi Kebangsaan (Nationalsme awareness) dan Orientasi Global (Global Citizen) Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Nomor : 499/C3/KEP/2008 tanggal 19 Maret 2008 SMP Al Hikmah ditetapkan sebagai salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SBI).
Profil Akhir Lulusan SBI (Versi Depdiknas) Peserta didik lulusan SBI memiliki:
1. Kemampuan mengembangkan jati diri sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia serta integritas moral dan akhlak yang tinggi;
2. Kemampuan belajar sepanjang hayat secara mandiri yang ditunjukkan dengan kemampuan mencari, mengorganisasi dan memroses informasi untuk kepentingan kini dan nanti serta kebiasaan membaca dan menulis dengan baik;
3. Pribadi yang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan yang ditunjukkan dengan kesediaan menerima tugas, menentukan standar dan strategi yang tepat serta konsisten dalam menyelesaikan tugas tersebut, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya;
4. Kemampuan berfikir yang kuat dan luas secara deduktif, induktif, ilmiah, kritis, kreatif, inovatif, dan eksperimentif untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru tau ide-ide baru yang belum difikirkan sebelumnya
5. Penguasaan tentang diri sendiri sebagai pribadi (intra-personal/kualitas pribadi);
6. Penguasaan materi pelajaran yang ditunjukkan dengan kelulusan ujian akhir nasional dan sertifikat internasional untuk mata pelajaran yang dikompetisikan secara internasional (matematika, fisika, biologi, kimia, dan astrnomi);
7. Penguasaan teknologi dasar yang mutakhir dan canggih (konstruksi, manufaktur, transportasi, komunikasi, energi, bio, dan bahan);
8. Bekerjasama dengan pihak-pihak lain kolektif (lokal, nasional, regional, dan global);
9. Kemampuan mengkomunikasikan ide dan informasi kepada pihak lain dalam bahasa indonesia dan bahasa asing (utamanya bahasa inggris);
10. Kemampuan mengelola kegiatan (merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengkordinasikan dan mengevaluasi);
11. Kemampuan mengidentifikasi, mengorganisasi, merencana, dan mengalokasikan sumber daya manusia maupun sumber daya peralatan, perlengkapan, perbekalan, waktu, dan bahan;
12. Kemampuan memecahkan masalah dan pengambilan keputusan;
13. Terampil menggunakan ICT;
14. Memahami budaya/kultur bangsa-bangsa lain (lintas budaya bangsa);
15. Kepedulian terhadap lingkungan sosial, fisik, dan budaya;
16. Menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri dan bangsa; dan
17. Memahami, menghayati dan menerapkan jiwa kewirausahaan.

B. Peranan Kepala Sekolah Sebagai Administrator Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Al Hikmah Surabaya
Sebagai Administrator berarti kepala sekolah berperan dalam mengatur tatalaksana system administrasi di sekolah sehingga efektif dan efisien. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai administrator, secara
spesifik kepala sekolah harus memiliki kemampuan antara lain:
1). Kemampuan mengelola kurikulum.
2). Kemampuan mengelola administrasi peserta didik
3). Kemampuan mengelola administrasi personalia
4). Kemampuan mengelola administrasi sarana dan prasarana
5). Kemampuan mengelola admin istrasi kearsipan
6). Kemampuan mengelola administrasi keuangan
Kepala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi sekolah yang bersifat pencatatatan, penyusunan dan pendokumentasian seluruh program sekolah sehingga di SMP Al-Hikmah Surabaya ini administrasi sekolah berjalan dengan baik.


C. Peranan Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Al Hikmah Surabaya
1. Pelaksanaan Fungsi Supervisor
Berdasar pada teori Edmonds di atas semestinya kepala sekolah mampu menciptakan suasana sekolah yang efektif dan mampu memaksimalkan sumber daya yang ada. dan pada prakteknya kepala sekolah SMP Al-Hikmah Surabaya ini benar-benar bisa menciptakan suasana sekolah yang efektif, dilihat dari sisi fasilitas, kepala sekolah telah mampu memenuhi segala fasilitas yang dibutuhkan oleh pihak kurikulum atau siswa itu sendiri (dalam konteks swasta) dan mampu mendatangkan guru-guru yang berijazah strata satu yang telah lolos mengikuti beberapa tes masuk.
Dalam melaksanakan supervisi terhadap pengajaran, kepala sekolah membuat system 2 guru dalam 1 kelas. Jadi guru yang kedua berfungsi langsung untuk mengawasi cara pengajaran guru uatama. Dari sejumlah peran pokok kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi di atas, setelah diadakan pengamatan yang mendalam ternyata kepala sekolah SMP Al-Hikmah Surabaya telah melaksanakan beberapa peranan berupa: menyediakan dukungan dan suasana kondusif, melaksanakan pengembangan staf, menciptakan team work. Adapun peranan yang belum dilakukan adalah melaksanakan penelitian, mengadakan observasi kelas, melaksanakan pertemuan individual, menyediakan waktu dan pelayanan bagi guru, melaksanakan kerjasama dengan guru untuk mengevaluasi hasil belajar dan menilai hasil belajar peserta didik secara komprehensif.

2. Pelaksanaan Tiga Hal Yang Menjiwai Supervisor
Menurut teori ada 3 hal yang menjiwai kepala sekolah sebagai supervisor yaitu: pertama, suatu perbuatan yang telah diprogramkan secara resmi oleh organisasi. Kedua, suatu perbuatan yang dilakukan oleh supervisor (kepala sekolah) dan secara langsung berpengaruh terhadap kemampuan profesional guru. Ketiga, mempengaruhi kemampuan guru yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik. Pada prakteknya, dalam pelaksanaan supervisi pendidikan, Kepala Sekolah SMP Al-Hikmah Surabaya telah mampu memiliki prinsip mempengaruhi kemampuan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun dalam hal ini, kepala sekolah baru mampu menciptakan iklim yang bisa mempengaruhi perubahan dalam peningkatan kualitas belajar siswa melalui staf-stafnya atau pembantu-pembantu yang bernaung di bawahnya belum secara langsung. Padahal prinsip yang semestinya penting dipegang oleh kepala sekolah adalah kegiatan supervisi yang dilakukan secara terprogram dan secara langsung dilakukan oleh kepala sekolah. Hal ini tidak menjadi prinsip kepala sekolah, karena kepala sekolah tidak memiliki data lengkap mengenai hasil supervisi, kekurangan dan perkembangan guru dalam mengajar.
















BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan tentang Peranan Kepala Sekolah Sebagai Administrator dan Supervisor dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Al-Hikmah Surabaya di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa keberadaan kepala sekolah sangatlah penting dalam suatu lembaga sekolah, terutama bagi guru. Karena pelaksanaan supervise dan administrasi yang dilakukan oleh kepala sekolah kepada para guru akan memberikan motivasi kinerja bagi guru-guru tersebut.
2. Saran
Masalah tentang peranan kepala sekolah seharusnya bisa dijadikan ajang komunikasi yang baik antara guru dan kepala sekolah, bukan hanya terkesan menakut-nakuti guru.
















DAFTAR PUSTAKA

Muchdarsyah Sinungan. 1993. Dasar-Dasar Management Kredit. Jakarta: Bumi Aksara.
Vincent P Costa. 2000. Panduan Pelatihan untuk Mengembangkan Sekolah, Jakarta: Depdiknas.
Bogdan, Robert dan Taylor, Steven J. 1993. Kualitatif (Dasar-Dasar Pendidikan). Surabaya: Usaha Nasional.
Burhanuddin Harahap. 1983. Supervisi Pendidikan. Jakarta: PT Ciawi Jaya.
Burhan Nurgiyantoro. 1988. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah. Yogyakarta: BPFE
http://miftah19.wordpress.com/2010/06/02/peranan-kepala-sekolah-sebagai-supervisor-bab-iii/
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2133265-fungsi-kepala-sekolah-sebagai-administrator/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar